Minggu, 29 April 2012

Keseimbangan hidup di dunia dan akhirat


Keseimbangan hidup di dunia dan akhirat

Agama islam adalah agama yang sempurna. Islam telah mengatur bagaimana cara kita hidup di dunia yang baik dan benar. Termasuk juga mengatur pentingnya keseimbangan hidup di dunia dan di akhirat.

Sebagai orang islam kita harus mampu memilih mana yang terbaik untuk diri kita sendiri di dunia maupun di akhirat. Mengejar urusan dunia merupakan hal yang penting, namun akan lebih baik jika kita juga memikirkan urusan akhirat. Apabila segala kebutuhan dunianya terpenuhi, namun dia tidak pernah melakukan sedikitpun amal untuk akhiratnya, ia akan memperolah kerugian yang sangat besar. Sebaliknya kita juga tidak boleh setiap waktu hanya beribadah kepada Allah, kita juga harus memikirkan bagaimana kehidupan kita di dunia ini. Maka keduanya haruslah berjalan seimbang, yaitu denga cara memenuhi kebutuhan hidup di dunia dengan mengutamakan kepentingan akhirat.

A.    Hadits tentang keseimbangan hidup di dunia dan akhirat

1. Hadits riwayat ibnu asakir dan anas

a. Lafal dan terjemah hadits

لَيْسَ بِخَيْرِ كُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِاخِرَتِهِ وَلاَ اخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ حَتّى يُصِيْبُ مِنْهُمَاجَمِيْعًا

فَاِنَّ الدَّنْيَا بَلَاغٌ اِلَى اْلاخِرَةِ وَلَاتَكُوْنُوْا كَلًّ عَلَى النَّاسِ ( رواه ابن عسا كرعن انس )

Artinya:

“bukankah orang yang paling baik diantara kamu orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk mengejar akhirat atau meninggalkan akhirat untuk mengejar dunia sehingga dapat memadukan keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu menuju kehidupan akhirat. Janganlah kamu menjadi beban orang lain”

b. Isi kandungan hadits

Sebagian orang ada yang mengutamakan kehidupan akhirat dari pada kehidupan dunia, oleh karena itu dia akan terus berdzikir dan beribadah kepada allah dan melalaikan kehidupan dunia. Cara hidup seperti bukanlah cara hidup yang baik menurut rasulullah

  Ada pula orang yang lebih mengutamakan kehidupan di dunia dari pada kehidupan di akhirat, oleh karena itu dia akan terus bekerja untuk mengejar dunia, sehingga ia lupa akan allah. Cara hidup seperti ini juga bukanlah cara hidup yang baik menurut rasullah

  Kehidupaan yang baik ialah kehidupan seseorang yang mampu menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhiratnya dengan menyadari bahwa hidup di dunia akan ada akhirnya, dan bekal hidup di akhirat hanyalah amal shaleh yang kita lakukan selama hidup didunia.

  Sebagai umat islam kita dilarang untuk menjadi beban orang lain, maka dari itu kita harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari dengan kemampuan kita sendiri.

.2.  Hadits riwayat muslim

.a.  Lafal dan terjemah hadits



اَلْمُؤْ مِنُ اْلقَوِيُّ خَيْرٌوَاَحَبُّ اِلَى اللهِ مِنَ اْلمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ

اِحْرِصْ عَلَى مَايَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِا للهِ وَلَاتَعْجِرْ ( رواه عن ابى هريرة )



Artinya:

“mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh allah dari pada mukmin yang lemah, sedangkan pada masing masing ada kebaikannya. Bersemangatlah kamu untuk mencapai sesuatu yang bermanfaat bagimu. Mohonlah pertolongan kepada allah dan janganlah kamu merasa tidak berdaya.”

.b.  Isi kandungan hadits

  Rasulullah memotivasi kita agar kita mmenjadi mukmin yang kuat karena allah menyukai mukmin yang kuat

  Dalam mencapai seseuatu yang bermanfaat kita harus bersemangat

  Bersemangat dalam melakukan sesuatu yangt bermanfaat harus juga tetap di iringi dengan memohon pertolongan allah agar dipermudah jalannya

  Sebagai umat islam kita dilarang menjadi umat yang lemah karena dapat merugikan diri sendiri

.3.  Hadits riwayat bukhori

.a.  Lafal dan terjemah hadits

لَاءَنْ يَاءْخُذَ اَحَدُ كُمْ اَحْبَلاً فَيَأْ خُذَحُزْمَةً مِنْ حَطَبٍ فَيَبِيْعَ فَيَكُفَّ اللهُ بِهِ وَجْهَهُ

خَيْرٌ مِنْ اَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ اُعْطِيَ اَمْ مُنِعَ (رواه البخارى عن الزبير بن العوام)

Artinya:

“sungguh jika salah seorang diantara kamu membawa seutas kayu bakar lalu kayu itu dijual sehingga allah mencukupkan kebutuhan hidupnya dengan hasil jualannya itu lebih baik dari pada meminta minta kepada orang lain, baik di beri maupun di tolak (tidak diberi)”

.b.  Isi kandungan hadits



  Dalam memenuhi kebutuhan hidup kita harus bekerja keras

  Menjalaini pekerjaan dengan hati yang ikhlas dan tanpa rasa minder walaupun pekerjaan itu diremehkan oleh orang lain

  Jika mau bekerja allah berjanji akan mencukupkan kebutuhan kita

  Meminta minta merupakan perbuatan yang di benci dalam islam oleh karena itu kita dilarang untuk melakukannya,.

.4.  Hadits riwayat baihaqi

.a.  Lafal dan terjemah hadits



اِعْمَلْ لِدُ نْيَكَ كَاءَنَّكَ تَعِيْسُ اَبَدًا وَعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَاءَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا ( رواه البيهقى )



Artinya :

“bekerjalah untuk duniamu seakan akan kamu akan hidup selamnya dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan akan kamu akan mati besok.”

.b.  Isi kandungan hadits

  Dalam mengerjakan sesuatu kita harus bersungguh sungguh melakukannya agar hasilnya baik

  Namun disaat beribadah kepada allah kita harus dengan setulus hati beribadah kepada-nya seakan akan kita tidak akan pernah hidup lagi (mati besok)



B. Perintah kerja keras, tekun dan ulet dengan tidak melalaikan kewajiban pokok untuk persiapan kampung akhirat

1. Kerja keras

Kerja keras yaitu melaksanakan suatu pekerjaan dengan gigh tanpa mengenal lelah sesuai dengan kemampuannya sehingga mendapat hasil yang maksimal.

Setiap orang pasti mempunyai kebutuhan masing masing, untuk memenuhi kebutuhannya manusia harus bekerja keras. Seperti bagaimana yang telah dicontohkan oleh rasullah saw. Beliau senang bekerja keras mulai dari kanak kanak sampai dewasa, bahkan ketika sudah menjadi nabipun beliau masih tetap bekerja keras.

2. Tekun

Tekun adalah rajin/telaten dalam melaksanakan suatu pekerjaan, sehingga akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Orang yang tekun akan bersungguh melakukan apa yang menjadi kewajibannya demi mendapatkan apa yang ia inginkan. Allah telah menjamin oramng yang tekun dalam melaksanakan perintahnya baik urusan dunia maupun akhirat di jamin mendapatklan keberhasilan.

3. Ulet

Ulet yaitu berusaha dengan berbagai cara yang positif sehingga usahanya berhasil dengan memuaskan. Orang yang ulet dalam berusaha tidak akan pernah putus asa kalau usahanya belum berhasil, dan orang itu akan berusaha mencari jalan lain agar usahanya berhasil.

Allah berfirman dalam surah yusuf;87, yang di dalamnya terdapat larangan untuk berputus asa.

Artinya:

“dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat allah melainkan kaum yang kafir”

4. Teliti

Teliti adalah perilaku cermat dan hati hati dalam melakukan suatu tindakan/pekerjaan.

Sesuatu yang di lakukan dengan teliti akan menghasilkan hasil yang lebih baik disbanding dengan tergesa tega/ gegabah.




8 komentar:

  1. sangat membantu sekali... terimakashih...,
    kunjungi juga http://eldaellaso.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. ijin copas yang mba....
    salam
    http://kiat-obat-herbal.blogspot.com

    BalasHapus
  3. Makasih banyak, Akhirnya tugas QURDIST terselesaikan =D

    BalasHapus